DEFINISI IBADAH YANG BENAR

Sesungguhnya ibadah yang disyariatkan Allah dibangun diatas dasar-dasar dan asas-asas yang kuat dan kokoh, ringkasnya sebagai berikut:

PERTAMA Sesungguhnya ibadah itu adalah Taufiqiyah (tidak ada tempat bagi rasio/akal di dalamnya ~ paket jadi), bahkan yang berhak membuatnya hanyalah Allah saja, sebagaimana firman-Nya: "Artinya : Maka beristiqomahlah engkau , sebagimana yang diperintahkan kepadamu dan orang yang bertobat bersamamu dan janganlah engkau melampaui batas." [Hud 11:112] "Artinya : Dan Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama ini, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui” [Al Jatsiyah 45:18] Dan Allah berfirman tentang Nabi-nya : ”Artinya : Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku" [Al–Ahqaf 46:9]

KEDUA Ibadah itu harus ikhlas , yaitu bersih dari noda-noda syirik, sebagaimana firman-Nya. "Artinya : Maka barangsiapa yang mengharapkan untuk bertemu dengan Rabb-nya, maka hendaklah dia beramal dengan amalan yang shalih dan tidak menyekutukan (melakukan syirik) dengan seorangpun dalam beribadah kepada Rabb-nya” [Al-Kahfi : 110] Bila ibadah telah dimasuki oleh syirik walaupun sedikit saja, maka ia (syirik) akan menggugurkan (membatalkan) amalan itu sebagaimana firman-Nya "Artinya : Dan janganlah mereka menyekutukan Allah , sungguh akan hapuslah dari mereka apa yang mereka amalkan" [Al-An'am : 88] "Artinya : Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan juga kepada orang-orang sebelum kalian;" Jika engkau menyekutukan Allah (berbuat syirik) pasti hilanglah (hapuslah) amalanmu dan engkau menjadi orang-orang yang merugi." Karena itu maka hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaknya engkau termasuk orang-orang yang bersyukur" [Az-Zumar 39: 65-66]

KETIGA Yang menjadi contoh dan panutan dalam ibadah itu haruslah Rasulullah صلی الله عليه وسلم , sebagaimana firman Allah : "Artinya : Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasuulullah صلی الله عليه وسلم itu suri tauladan yang baik." [Al Ahzab 33:21] "Artinya : Dan apa yang dibawa oleh Rasul bagi kalian, maka ambillah ia dan apa yang dilarang olehnya kepada kalian , maka tinggalkanlah"[Al Hasyr 59:7] Dan Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda . "Artinya : Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada contohnya (dari) urusan kami, maka ia tertolak" [Hadits Riwayat Muslim] "Artinya : Barangsiapa yang membuat perkara yang baru dalam urusan kami ini (Islam) yang tidak (ada) asal darinya, maka ia tertolak" [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim] Contoh dalam shalat, haji : "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim] "Ambillah oleh kalian cara manasik haji dariku" [Hadits Riwayat Muslim] Dan banyak lagi dalil-dalil tentang masalah ini.

KEEMPAT Ibadah itu dibatasi dengan waktu-waktu , ukuran-ukuran dan tidak boleh melampauinya , seperti shalat . Allah berfirman : "Artinya : Sesungguhnya shalat itu adalah suatu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman" [An- Nisa 4:103] "Artinya : (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi" [Al-Baqarah :197] Seperti puasa : "Artinya : (Beberapa hari yang ditentulkan itu ialah ) Bulan Ramadhan , bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara hak dan batil). Karena itu , barang siapa diantara kalian hadir (dinegeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu" [Al-Baqarah 2:185]

KELIMA Ibadah itu harus didasari oleh rasa mahabbah (cinta) , merendah, takut dan berharap kepada Allah, sebagaimana firman-Nya : "Artinya : Orang-orang yang mereka seru itu , mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut kepada azab-Nya."[Al Isra '17:57] Dan Allah berfirman tentang keadaan para Nabi-Nya : "Artinya : Sesungguhnya mereka (para Nabi) sangat bersegera menuju kebaikan dan mereka menyeru kami dalam keadaan senang dan takut dan merekalah orng-orang yang khusyu' kepada Kami" [Ali Imran 3:90] "Artinya : Katakanlah (wahai Muhammad):"Jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku. Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang."Katakanlah (wahai Muhammad) :"taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad صلی الله عليه وسلم) , maka jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir." [Ali-Imran :31-32] Disini Allah menyebutkan tanda-tanda kecintaan kepada Allah dan buah-buahnya . Termasuk tanda-tandanya adalah mengikuti Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Dan mengikuti beliau berarti taat kerpada Allah. Adapun hasil taat kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم adalah ; ia mendapatkan kecintaan , pengampunan dosa dan rahmat dari Allah.

KEENAM Sesungguhnya ibadah itu tidak akan berhenti (selesai) dari seorang mukallaf semenjak baligh dan berakal sampai akhirnya dia wafat, sebagimana firmanNya "Artinya : Dan janganlah kalian semua mati melainkan dalam keadaan sebagai seorang muslim"[Ali-Imran :102] "Artinya : Dan beribadahlah engkau kepada Rabbmu sampai engkau mati” [Al Hijr 15:99]

0 komentar: