MENGGOLONG GOLONGKAN AGAMA
Persis, Muhamadiyah, NU, dan lainnya adalah ORMAS, artinya segolongan orang yang berorganisasi dalam maksud dan tujuan tertentu. Jadi organisasi seperti ini merupakan gerakan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Ada yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain-lainnya. Jadi, intinya mereka itu bukan firqah-firqah yang ditegaskan oleh Rasulullah saw.
Semua organisasi dapat menyatakan dirinya berlandaskan atau sesuai Alquran dan As-Sunnah, selama itu sesuai dengan kenyataannya. Jika tidak sesuai dengan kenyataannya, maka hal itu perlu diluruskan dan hendaklah setiap organisasi senantiasa introspeksi dan melakukan evaluasi guna senantiasa mengendalikan aqidah, ibadah dan muamalahnya agar tidak melanggar Al-quran dan As-Sunah.
Adapun yang dimaksud firqah yang diancam dengan neraka oleh Rasulullah saw. adalah sekelompok orang atau perorangan yang melakukan gerakan keluar dari Alquran dan As-Sunah. Semacam LDII yang mengaku menggunakan hadis-hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim atau lainnya, akan tetapi pada kenyataannya mereka akan meninggalkan semua itu bila tidak sesuai dengan ajaran para pendahulu mereka. Jadi intinya mereka sedang meniadakan hadis-hadis secara bertahap dengan cara menerapkan pola tariqatul manqul, yaitu setiap hadis akan diterima bila dari guru mereka langsung, dan akan menolak hadis-hadis riwayat siapapun bila tidak melalui guru mereka. Artinya pola tersebut terus diterapkan sehingga hadis-hadis akan hilang setahap demi setahap.
Ada juga kelompok orang yang mewajibkan syahadat khusus di depan imam mereka dan atau baiat kepada imam mereka, lalu yang tidak demikian dinyatakan kafir dan halal darahnya.
Ini jelas firqah neraka. Di dalam sebuah hadis diterangkan sebagai berikut,
عن عوف بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم ستفترق أمتي على بضع وسبعين فرقة أعظمها فرقة قوم يقيسون الأمور برأيهم فيحرمون الحلال ويحللون الحرام هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه
Dari Auf bin Malik r.a, ia berkata,”Rasululah saw. bersabda,”Umatku akan berfirqah atas tujuh puluh lebih firqah. Yang paling dahsyat dari mereka adalah kaum yang mengqiyaskan urusan-urusan dengan akal mereka, maka mereka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram.”H.r. Al-Mustadrok ‘alash shahihain, IV : 477. 8325
Sedangkan pada riwayat lainnya Rasululah saw. menggunakan kata-kata,”Umatku akan berfirqah atas tujuh puluh tiga golongan” H.r. Al-Baihaqi, Sunan Al-Baihaqi Al-Kubra, X : 208.
Jelas setiap golongan muslim atau perorangan yang menyatakan dirinya muslim, tetapi meninggalkan Alquran dan As-Sunah apalagi menistakannya, baik secara bertahap mapun sekaligus, itulah firqah-firqh yang ke neraka. Hanya satu yang akan masuk surga, yaitu firqah an-najiyah, atau al-jama’ah. Jadi selama organisasi atau jamaah apapun yang berpegang teguh terhadap yang dilaksanakan Rasululah saw. bersama para sahabatnya, tidak berarti membuat jamaah baru, akan tetapi bergabung dengan jamaah yang telah ada sejak jaman Rasulullah, yaitu jama’atul rasul, jama’atulula, atau al-jamaah.
عن أنس بن مالك قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وآله وسلم ثم تفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلهم في النار إلا واحدة قالوا وما هي تلك الفرقة قال ما أنا عليه اليوم وأصحابي
Dari Anas bin Malik, ia berkata,”Rasulullah saw. telah bersabda,’Umat ini akan berfirqah hingga mencapai tujuh puluh tiga firqah, semua ke neraka kecuali satu.’ Mereka bertanya,’Apakah itu firqah wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab,’Apa yang aku dan para sahabatku hari ini.’” H.r. At-Thabrani.
Hadis dan pembahasan ini pun dapat dilihat di dalam kitab-kitab :
Tafsir Alqurtubi, IV : 160, Tafsir At-Thabari, IV : 32, Al-Ahadits Al-Mukhtarah VII : 278, Sunan At-Tirmizi, V : 26, Al-Mu’jamul Ausat, V : 137, Al-Mu’jamul sagir, II : 29, Musnad Abu Ya’la, VII : 36, I’tiqad Alhlis sunah, I : 100, Hasyiyah Ibnul qayyim, XII : 222, Tuhfatul ahwadzi, VII : 334, Faidul qadir, V : 347, Kasyful khifa, I : 169, dan Miftahul jannah, I : 74.
Jadi, setiap golongan yang berbeda adalah firqah, yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan As-Sunah adalah firqah najiyah (selamat), mereka adalah jamaah lama, yaitu jama’atul rasul. Selain itu, jelas mereka merupakan firqah celaka dan bukan jamaah Rasul. Apapun nama kelompok mereka. Allahu A’lamu Bishawab
MENGGOLONG GOLONGKAN AGAMA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar