Amalmu Bukti Dustamu
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.
Di dalam al-Quran terdapat 12 ayat di atas; 10 ayat pada QS al-Mursalat (77), QS at-Thur (52) : 11, dan QS al-Muthaffifin (83) : 10. Di samping itu terdapat pula ayat-ayat yang semakna dengan ayat di atas. Misalnya pada QS al-Ma’un. Berulangnya Allah mengemukakan ayat itu menunjukkan bahwa kita harus memperhatikan peringatan tersebut.
Pengertian mendustakan berbeda dengan berdusta, walaupun berdusta itu sebagai bukti mendustakan. Ayat-ayat sebelum dan sesudahnya menafsirkan obyek yang didustakan, yaitu hari kiamat, dan ciri orang yang mendustakan. Dulu orang Quraisy tidak percaya saat diberitahu bahwa suatu saat nanti orang-orang mati akan dibangkitkan. Mereka berkata, “Apakah Sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” (QS an-Nazi’at (79) : 10-11). Sebagai jawabannya, Allah berfirman, “Aku bersumpah demi hari kiamat, Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?. Bukan demikian, Sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.” (QS al-Qiyamah (75) : 1-5).
Tentunya kita tidak seperti orang kafir, kita tidak mendustakan akan datangnya hari kiamat, kita percaya suatu saat nanti seluruh amal akan diperlihatkan kepada para pelakunya. Tetapi sampai di mana keyakinan kita. Seharusnya orang-orang yang yakin dengan adanya hari pembalasan, mereka akan getol beribadah, sering bertaubat, selalu mengharapkan rahmat, menghindari maksiat, dan senantiasa membaca al-Quran dalam rangka mencari petunjuk jalan menuju surga.
Kadang kita tidak yakin dengan shalat yang khusu’ akan mendapat pertolongan, dengan sabar kita akan beroleh surga, dengan jujur kita akan selamat, tidak yakin pula bahwa zakat, infaq, dan shadaqah bagaikan simpanan yang akan dikembalikan dengan bunga yang sangat tinggi tanpa batas waktu. Buktinya shalat hanya sekedar bergerak dan berucap, tidak sabar menerima berbagai macam cobaan, masih suka berdusta, menipu, masih kikir, berinfaq hanya sekedarnya.
Allah Tabaroka wa Ta’ala mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya, khususnya Nabi Muhammad Saw dengan al-Quran, tiada lain untuk memberi peringatan kepada manusia, bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar. Ada kehidupan lain yang bersifat abadi. Dua kehidupan itu dibatasi dengan kari kiamat atau hari akhir. Pada hari itu seluruh manusia akan dibariskan dan dikelompokkan berdasarkan amal perbuatannya di dunia. Kita yakin hari itu pasti terjadi. Tetapi keyakinan itu harus dibuktikan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta beramal shaleh.
Amal Mu bukti dusta Mu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar