1 Allah SWT namun kita tidak mematuhi perintah-Nya. . Kita mempercayai
2. Kita mengatakan bahwa kita cinta Rasulullah SAW namun kita tidak mengikuti sunnah Beliau.
3. Kita membaca Al-Qur'an namun kita tidak mempraktekkan nilai-nilai didalamnya.
4. Kita menikmati semua pemberian Allah SWT namun kita tidak mensyukurinya.
5. Kita tahu bahwa setan adalah musuh kita namun kita tidak melawannya.
6. Kita ingin masuk surga namun kita tidak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memasukinya.
7. Kita tidak ingin dilempar dalam api neraka namun kita tidak berusaha dengan sungguh untuk menghindarinya (misal dengan berbuat baik).
8. Kita percaya bahwa tiap makhluk hidup pasti akan mati namun kita tidak pernah menyiapkan diri menghadapi kematian tersebut.
9. Kita sibuk bergosip membicarakan orang lain dan mencari tahu kekurangan mereka namun kita lupa akan kesalahan dan kekurangan kita sendiri.
10. Kita ikut menguburkan yang mati namun kita tidak mengambil pelajaran dari yang sudah mati itu.
Riya’ dalam ibadah
Di antara syarat diterimanya amal shaleh adalah bersih dari riya’ dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain maka ia telah terjerumus pada perbuatan syirik kecil, dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya shalat agar dilihat orang lain. Allah berfirman :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً (142) سورة النساء
“ Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apa bila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ ( dengan shalat ) di hadapan allah. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. ( An Nisaa : 142)
Demikian juga jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain, ia termasuk syirik kecil. Rasulullah memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas :
" من سمّع سمعّ الله به ومن راءى راءى الله به "
“Barangsiapa melakukan perbuatan sum’ah, niscaya Allah akan menyebarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya’ niscaya Allah akan menyebarkan aibnya”. ( HR. Muslim :4/2289)
Barangsiapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah maka amalannya menjadi sia-sia belaka, seperti disebutkan dalam hadits qudsi :
" أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه "
“ Aku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik, barangsiapa melakukan suatu amal dengan dicampuri perbuatan syirik kepadaKu, niscaya Aku tinggalkan dia dan( tidak aku terima ) amal syiriknya”. ( HR . Muslim. Hadits no : 2985)
Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan riya’, tetapi ia membenci perasaan tersebut berusaha melawan dan menyingkirkannya maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya’ tersebut, tidak berusaha menyingkirkan bahkan malah menikmatinya maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. QS.Luqman 31:18
Kadang-kadang, satu perbuatan itu pada suatu masa dinilai
sebagai perbuatan yang utama (fadhil), tetapi pada masa yang
lain ia bukan perbuatan yang utama (mafdhul); atau pada suatu
suasana tertentu perbuatan itu bisa dinilai kuat (rajih), dan
pada kondisi yang lain tidak bisa diterima (marjuh). Akan
tetapi, karena pengetahuan dan pemahaman mereka sangat
sedikit, maka mereka tidak mampu membedakan antara dua masa
dan suasana yang berlainan itu.
“ Mudah mudahan kita tidak termasuk orang orang yang riya,sombong dan beku hati dalam beribadah,kembalilah kepada jalan Alloh dan Rosulnya ( Al Qur’an As Sunnah ) kita sebagai umat Rosul knapa masih ragu ragu dalam melaksanakan ibadah ibadah yang sudah jelas keterangan Al Qur’an dan Hadis.”( namratus)
10 Pertanda Hati yang Sakit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar